
Kolaborasi ini diharapkan memperkuat semangat gotong royong dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bagi Munafri, keberhasilan program jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang terdaftar, tetapi juga dari kemampuan program tersebut memberikan manfaat ketika pekerja menghadapi risiko kerja serta menjamin perlindungan pada masa mendatang.
Ia berharap BPJS Ketenagakerjaan terus menjadi instrumen perlindungan sosial yang kuat bagi masyarakat di berbagai daerah, termasuk Kota Makassar.
“Mudah-mudahan dengan hadirnya BPJS Ketenagakerjaan ini menjadi satu perisai yang sangat baik atau menjadi sebuah program yang diluncurkan oleh pemerintah untuk memberikan jaminan keselamatan kerja dan jaminan hari tua kepada masyarakat yang ada di Indonesia, khususnya yang ada di kota-kota,” tutup Appi.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkot Makassar berupaya membangun sistem perlindungan ketenagakerjaan yang lebih inklusif dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, ASN, dan lembaga sosial. Sinergi ini diharapkan dapat memperluas akses jaminan sosial sekaligus memperkuat perlindungan bagi pekerja rentan di Kota Makassar. (*)





