
Menurutnya, menjaga kualitas udara membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Karena itu, masyarakat diharapkan turut mencegah aktivitas yang menghasilkan asap agar upaya penanganan pencemaran udara dapat berjalan lebih efektif.
Selain membahas kualitas udara, Munafri turut menyoroti pergeseran perkiraan awal musim hujan yang berpengaruh terhadap kesiapan infrastruktur Kota Makassar. Berdasarkan informasi BMKG yang diterimanya, potensi hujan diperkirakan bergeser sekitar satu bulan, dengan peluang peningkatan hujan mulai akhir November hingga awal Desember.
Periode kering yang berlangsung cukup panjang tersebut menjadi perhatian Pemkot Makassar. Pemerintah menilai persiapan perlu dilakukan sejak dini agar drainase, kanal, dan saluran air mampu menampung serta mengalirkan air secara optimal ketika hujan kembali turun.
Munafri berencana mengumpulkan jajaran camat, lurah, dan satuan tugas terkait untuk memperkuat koordinasi penanganan lingkungan dan memastikan langkah antisipasi dilaksanakan hingga tingkat wilayah.
“Kalau sudah terlalu lama kering, ketika hujan turun, kita harus mengantisipasi berbagai kemungkinan. Karena itu, semua harus kita persiapkan bersama-sama,” ungkapnya.





