
Munafri menegaskan, waktu persiapan yang tersedia perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Pemerintah tidak ingin persoalan saluran tersumbat dan sedimentasi yang belum tertangani memperbesar risiko genangan maupun banjir saat hujan turun.
“Kita tidak punya banyak waktu. Faktor-faktor yang menghambat aliran air harus segera kita benahi. Sedimen perlu diangkat agar aliran air bisa lebih maksimal,” jelasnya.
Melalui langkah tersebut, Pemkot Makassar menjalankan dua agenda secara bersamaan, yakni memantau dan merespons perkembangan kabut asap serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Pemantauan bersama BMKG diharapkan membantu pemerintah menentukan kebijakan berdasarkan informasi cuaca terkini, sementara normalisasi saluran dan peningkatan kebersihan lingkungan menjadi bagian dari upaya menekan risiko banjir.
Munafri berharap koordinasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat dapat memperkuat perlindungan kesehatan warga sekaligus meningkatkan kesiapan infrastruktur kota menghadapi perubahan cuaca dalam beberapa bulan mendatang. (*)





