
“Literasi keuangan sangat penting karena masyarakat berhadapan dengan berbagai 1 pilihan produk dan layanan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat perlu memahami cara mengelola pendapatan, membangun kebiasaan menabung, menggunakan pembiayaan secara bijak, dan mengenali risiko sebelum mengambil keputusan keuangan. Dengan pemahaman yang memadai, masyarakat akan lebih mandiri, tidak mudah terpengaruh oleh tawaran yang tidak masuk akal, dan mampu melindungi diri serta keluarganya dari kerugian finansial,” ujar Andi Yuliani Paris.
Ia juga menekankan bahwa edukasi keuangan perlu menjangkau masyarakat hingga tingkat daerah agar manfaat pembangunan sektor jasa keuangan dapat dirasakan secara lebih merata. Peningkatan literasi keuangan diharapkan dapat mendukung kesejahteraan keluarga, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, dan mendorong partisipasi yang lebih berkualitas dalam sistem keuangan formal.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi edukasi mengenai pengenalan tugas dan fungsi OJK, pemahaman produk dan layanan jasa keuangan, pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga, serta prinsip kehati-hatian dalam menggunakan layanan keuangan. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memeriksa legalitas pihak yang menawarkan produk atau layanan keuangan melalui kanal resmi, memahami manfaat, biaya, dan risiko produk sebelum menggunakan layanan, serta menjaga kerahasiaan data pribadi dan informasi perbankan.





