
Di sisi lain, Munafri menegaskan bahwa peningkatan prestasi olahraga tidak cukup hanya mengandalkan bonus. Ketersediaan infrastruktur dan fasilitas latihan yang memadai juga diperlukan untuk mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Ia mengakui sejumlah fasilitas olahraga yang selama ini digunakan di Makassar bukan milik pemerintah kota. Karena itu, Pemkot Makassar berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak sekaligus merencanakan pembangunan sarana olahraga sesuai kebutuhan.
“Kami sedang mencoba membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan tersebut. Kami juga akan membangun infrastruktur yang memang dibutuhkan bagi pembinaan olahraga di kota ini,” jelasnya.
Melalui target minimal 200 medali emas, pemberian bonus bagi atlet berprestasi, dan penguatan fasilitas olahraga, Pemkot Makassar berharap Porprov XVIII Sulsel 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pembinaan olahraga daerah.
Pemerintah kota juga menargetkan lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional dan membawa nama Makassar ke ajang yang lebih tinggi. (*)





