
“Rumah sakit, infrastruktur kesehatan hampir lengkap di kota ini. Tenaga-tenaga kesehatan, dokter dan supporting-nya juga banyak sekali,” ujarnya.
Ia menilai, posisi Makassar sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus salah satu kota terbesar di Indonesia Timur menjadi modal penting untuk dikembangkan sebagai pusat rujukan kesehatan regional.
“Kota Makassar ini punya peluang yang sama untuk bisa besar. Kita tidak hanya ingin menghadirkan infrastruktur kesehatan, tetapi juga membangun yang namanya medical tourism,” tuturnya.
“Orang datang ke Makassar bukan hanya untuk berkunjung, tetapi juga mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik,” sambung Munafri.
Selain penguatan fasilitas, ia juga menyoroti perkembangan teknologi kedokteran yang membuka peluang bagi Makassar untuk menghadirkan layanan medis lebih modern, akurat, dan personal.
Salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan adalah kedokteran presisi, yakni metode pelayanan yang tidak hanya menangani gejala penyakit, tetapi juga mengidentifikasi penyebab serta kondisi mendasar yang dialami pasien.
Bahkan, Munafri berharap Makassar dapat mengembangkan ekosistem pelayanan kesehatan terintegrasi seperti Mayo Clinic di Amerika Serikat, yang dikenal dengan pendekatan komprehensif melalui kolaborasi berbagai dokter spesialis.





