
Di sisi lain, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius. Di antaranya persoalan kasus HIV dan tuberkulosis (TB), serta jangkauan fasilitas pelayanan kesehatan yang masih perlu ditingkatkan.
Dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, Makassar membutuhkan pengembangan infrastruktur kesehatan yang lebih merata dan terencana, termasuk optimalisasi rumah sakit milik pemerintah daerah.
Munafri menegaskan, pembangunan sektor kesehatan merupakan investasi kemanusiaan yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Pemerintah Kota Makassar secara bertahap terus berupaya membenahi berbagai persoalan ini,” jelasnya.
Untuk itu, ia mengharapkan Fakultas Kedokteran UMI beserta para alumninya dapat berkontribusi lebih luas melalui gagasan, keahlian, dan rekomendasi strategis dalam mendukung pembangunan kesehatan di Makassar.
Menurutnya, keterlibatan kalangan akademisi dan tenaga medis sangat dibutuhkan untuk mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
“Harapan saya kepada para alumni Fakultas Kedokteran UMI, ayo kita bersama-sama dengan pemerintah. Banyak hal yang bisa kita lakukan dan banyak orang yang menanti kita dalam rangka membangun kesehatan di kota ini,” ajaknya.





