
SOLUSIMEDIA.ID — Penyakit jantung koroner (PJK), yang selama ini identik dengan usia 40 tahun ke atas, kini mulai makin diperhitungkan pula di kalangan usia produktif — di bawah 40-45 tahun. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Chorniansyah Indriyanto Rahayu, Sp.JP(K), FIHA dari RS EMC Sentul menyebut bahwa meski kasus PJK di usia muda tergolong lebih jarang, dampaknya dapat sangat memengaruhi kualitas hidup, terutama mengingat gaya hidup orang muda yang lebih aktif.
Faktor Risiko
Beberapa faktor yang memicu munculnya PJK pada usia muda antara lain:
Gejala
Gejala PJK pada usia muda bisa berbeda dengan yang muncul pada usia lebih tua. Pada usia tua, sering dijumpai nyeri dada yang menetap sebelum terjadi serangan jantung.
Namun, pasien muda sering tidak merasakan nyeri dada menetap terlebih dahulu; serangan jantung bisa terjadi tiba-tiba tanpa peringatan gejala yang jelas.
Penanganan dan Pencegahan
Penanganan bagi pasien muda umumnya mirip dengan pasien lanjut usia: pemberian obat, tindakan medis untuk membuka sumbatan bila diperlukan, dan revaskularisasi. Satu keunggulan: risiko tindakan medis cenderung lebih rendah karena kondisi fisik pasien muda umumnya lebih kuat.
Upaya pencegahan yang sangat direkomendasikan:





