
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Tren mobil hybrid sebagai pilihan kendaraan ramah lingkungan terus meningkat seiring dengan tingginya minat masyarakat terhadap efisiensi bahan bakar dan teknologi otomotif terkini.
Namun sebelum memutuskan membeli mobil hybrid, konsumen disarankan memahami sejumlah aspek penting agar tidak terjebak pada ekspektasi yang tidak realistis.
Mobil hybrid menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik sehingga menjanjikan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat dan emisi gas buang lebih rendah dibandingkan mobil konvensional.
Fenomena ini menjadikan mobil hybrid sebagai transition technology sebelum beralih ke kendaraan listrik sepenuhnya.
Namun, di balik keunggulan tersebut terdapat beberapa faktor yang sering kali tidak menjadi sorotan utama calon pembeli:
1. Biaya Penggantian Baterai yang Tinggi
Baterai mobil hybrid memiliki masa pakai terbatas. Ketika kapasitasnya menurun dan masa garansi berakhir, biaya untuk mengganti baterai bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Hal ini dapat menurunkan nilai jual kembali kendaraan karena calon pembeli bekas sering kali khawatir terhadap biaya penggantian baterai tersebut.





