
SOLUSIMEDIA.ID,MAKASSAR– Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menilai sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan tetap menunjukkan kinerja yang solid dan tumbuh positif pada Triwulan I 2026. Kondisi tersebut turut menopang aktivitas ekonomi daerah dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi regional.
Perekonomian Sulawesi Selatan pada Triwulan I 2026 tercatat tumbuh sebesar 6,88 persen (year on year/yoy), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,78 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut didukung oleh stabilitas sektor jasa keuangan yang tetap terjaga, khususnya pada sektor perbankan, pasar modal, dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).
Pada posisi Maret 2026, total aset perbankan di Sulawesi Selatan tumbuh sebesar 4,12 persen (yoy) menjadi Rp213,44 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh sebesar 7,33 persen (yoy) menjadi Rp147,41 triliun, sementara penyaluran kredit meningkat sebesar 5,19 persen (yoy) menjadi Rp174,39 triliun.
Pertumbuhan kredit tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,76 persen (yoy), yang mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan kebutuhan pembiayaan masyarakat. Berdasarkan jenis penggunaan, kredit produktif memiliki pangsa sebesar 52,69 persen, sedangkan kredit konsumtif tumbuh cukup tinggi sebesar 8,00 persen (yoy).





