
SOLUSIMEDIA.ID,MAKASSAR– Keputusan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memberikan diskresi kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS) untuk maju dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulawesi Selatan dinilai belum secara otomatis mengubah peta dukungan para pemilik suara.
Pengamat politik Arief Wicaksono menjelaskan, diskresi pada dasarnya merupakan kewenangan organisasi untuk memberikan kesempatan kepada figur tertentu agar dapat mengikuti proses kontestasi, meski terdapat persyaratan internal yang belum sepenuhnya terpenuhi.
“Diskresi itu pada dasarnya adalah pemberian akses kepada orang-orang yang dianggap memiliki kapasitas. Biasanya diberikan kepada mereka yang tidak sepenuhnya memenuhi syarat atau memiliki catatan tertentu dalam organisasi,” ujar Arief, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, pemberian diskresi kepada IAS berkaitan dengan ketentuan internal partai, khususnya aspek PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela). Ia menilai rekam jejak politik IAS yang sempat berpindah dari Golkar ke Partai Demokrat menjadi salah satu pertimbangan dalam aspek loyalitas kader.
Meski demikian, Arief berpandangan DPP Golkar melihat Musda Sulsel sebagai momentum penting sehingga memberikan ruang bagi IAS untuk ikut berkompetisi.





