
SOLUSIMEDIA.ID,MAKASSAR – Sebanyak 15 produk hasil penelitian dosen resmi mengantongi izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Halini membuka jalan bagi inovasi kampus untuk diproduksi, dipasarkan, dan dimanfaatkan secara luas.
Capaian tersebut sekaligus menjadi pijakan bagi Unhas yang menargetkan sekitar 200 produk inovasi lainnya menyusul memperoleh legalitas serupa pada tahun ini.
Bagi perguruan tinggi, keberhasilan sebuah penelitian tidak lagi hanya diukur dari jumlah publikasi ilmiah atau paten yang dihasilkan. Lebih dari itu, riset dituntut mampu bertransformasi menjadi inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan nilai ekonomi, serta mendukung pembangunan nasional.
Dalam konteks ini, izin edar BPOM menjadi salah satu tahapan strategis yang memastikan produk hasil penelitian memenuhi aspek keamanan, mutu, dan kelayakan sebelum hadir di tengah masyarakat.
Kepala Balai Besar POM Makassar, Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan mengatakan, kolaborasi merupakan mekanisme penting agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha akan mempercepat pemanfaatan hasil riset oleh masyarakat.





