
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mencatat lonjakan signifikan dalam pendataan bantuan dan perlindungan sosial (perlinsos) setelah mengubah strategi pengumpulan data di tingkat masyarakat. Jumlah data yang terekam dalam dashboard perlinsos kini mencapai sekitar 128 ribu data.
Perkembangan tersebut dibahas dalam Entry Meeting Percepatan Digitalisasi Perlindungan Sosial bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Ruang Kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Balai Kota Makassar, Senin (24/8/2026).
Rapat dipimpin Sekda Makassar Andi Zulkifly, didampingi Inspektur Daerah Kota Makassar Andi Asma Zulistia Ekayanti, Kepala Dinas Sosial Andi Bukti Djufrie, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Muh Roem.
Dalam pertemuan tersebut, Andi Zulkifly menjelaskan bahwa Pemkot Makassar terus mengevaluasi strategi pendataan agar proses digitalisasi perlindungan sosial berjalan lebih efektif.
Pada tahap awal, pendataan melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah. Namun, skema tersebut menghadapi kendala karena para pegawai memiliki tugas utama yang harus tetap dijalankan, sementara waktu masyarakat untuk ditemui juga beragam.





