
SOLUSIMEDIA.ID, PAPUA BARAT — Petani pala di Kampung Weri dan Saharey, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, mulai diarahkan untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengelola hasil pertanian sekaligus memperluas akses pasar. Langkah ini dilakukan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 20 Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui program Workshop dan Pelatihan Kader Digital Farming (DigiFarm).
Program tersebut memperkenalkan sistem digital yang memungkinkan data produksi, kualitas, stok, hingga informasi harga pala dikelola secara terintegrasi. Dengan sistem tersebut, petani diharapkan tidak lagi hanya bergantung pada informasi dari rantai perdagangan konvensional.
Fakfak selama ini dikenal sebagai salah satu sentra pala unggulan jenis Myristica fragrans. Komoditas tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah dan ekosistem masyarakat setempat.
Namun, potensi besar tersebut masih dihadapkan pada sejumlah persoalan. Rantai distribusi yang panjang, keterbatasan informasi, serta minimnya akses terhadap data produksi dan harga pasar membuat posisi tawar petani masih terbatas ketika menentukan harga jual.





