
Program tersebut merupakan bagian dari misi TEP 20 Unhas untuk memetakan kebutuhan dan potensi kawasan Weri-Saharey sekaligus mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat.
Selain memperkenalkan teknologi tepat guna, program ini juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor serta menghasilkan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Melalui konsep DigiFarm, petani tidak hanya belajar menggunakan perangkat digital. Mereka juga didorong untuk memahami pentingnya data sebagai dasar dalam menentukan keputusan produksi dan pemasaran.
Data produksi, kualitas, dan stok yang dihimpun secara berkala diharapkan dapat mempertemukan hasil pertanian masyarakat dengan kebutuhan pasar secara lebih terbuka dan terukur.
Digitalisasi tersebut sekaligus mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan posisi tawar dan peluang peningkatan pendapatan petani berkontribusi terhadap SDGs 1 tentang Tanpa Kemiskinan.
Sementara peningkatan kapasitas dan literasi digital melalui pelatihan mendukung SDGs 4 tentang Pendidikan Bermutu. Adapun keterhubungan antara petani, pemerintah, dunia usaha, mitra teknologi, dan pasar melalui platform digital sejalan dengan SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.





