
Kegiatan Workshop dan Pelatihan Kader DigiFarm berlangsung pada 21–23 Agustus 2026. Sebanyak 40 petani dari Kampung Weri dan Kampung Saharey mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Dari jumlah peserta itu, sekitar 25 persen merupakan perempuan yang telah memiliki telepon seluler. Kondisi tersebut menjadi salah satu modal awal untuk memperluas penerapan teknologi berbasis perangkat mobile di kalangan masyarakat petani.
Efektivitas pelatihan juga diukur melalui pre-test sebelum kegiatan dimulai dan post-test setelah seluruh rangkaian pelatihan selesai.
Dengan hadirnya Agromaritim-Hub, pengelolaan komoditas pala di Weri-Saharey mulai diarahkan menuju ekosistem pertanian yang lebih terbuka dan berbasis data.
TEP 20 Unhas berharap pemanfaatan teknologi tersebut tidak berhenti sebatas penggunaan aplikasi, tetapi berkembang menjadi sistem yang mampu memperkuat posisi tawar petani, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan nilai ekonomi pala secara berkelanjutan. (*)





