
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR,- Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) kota Makassar Syahruddin, menyebutkan angka stunting di Makassar pada tahun 2024 mengalami penurunan hingga mencapai 3,4 persen.
Penurunan angka stunting ini berdasarkan data dari Elektonik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) yang dilakukan oleh tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes). E-PPGBM ini memuat data hasil pengukuran dan pelaporan gizi dengan pengukuran by name by address.
Pengukuran stunting di kota Makassar sendiri dilakukan sebanyak dua kali setiap tahunnya, yaitu pada bulan Agustus dan Februari.
Angka stunting dari Agustus 2022 sampai Februari 2024 menurun sekitar 0.65 persen. Hal ini disampaikan langsung oleh Syahruddin saat menjadi narasumber dalam program Solusi Insight di studio podcast solusimedia.id, Senin (22/07).
“Posisi kita di tahun 2022 berdasarkan data dari E-PPGBM by name by address, Makassar pada posisi 3.75 persen atau 3.755 orang yang stunting”, ucap Syahruddin.
“Ketika pengukuran Februari 2023, kita sudah pada posisi E-PPGBM turun menjadi 3.18 persen. Terakhir di Februari 2024, kita pada posisi 3.01 persen atau sekitar 2.700 sekian orang yang stunting”, lanjutnya.





