Politik

Kampanye di Enrekang, Azhar Arsyad Temui Petani Bawang , DIA Siapkan Harga Layak Hasil Petani

“Hari ini pembangunan selalu berorientasi di kota, padahal pembangunan itu harus menyeimbangkan. Bahkan kalau bisa dimulai di tingkat desa,” kata Azhar.

Azhar juga berpesan kepada masyarakat agar dalam memilih pemimpin kedepan melihat track recordnya.

“Yang perlu masyarakat tahu, memilih pemimpin jangan karena uang, sembako. Karena kita tahulah bahwa rusaknya politik itu semua karena uang. Semua orang diukur dengan uang,” bebernya.

“Akhirnya apa yang terjadi. Karena kalau sudah terpilih, tidak lagi memikirkan masyarakat, tidak lagi berpikir tentang bagaimana mandatnya, bagaimana memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Yang dia pikir adalah bagaimana mengembalikan uangnya,” sambungnya.

BACA JUGA  Paslon Andi Sudirman Sulaiman - Fatmawati Rusdi Pendaftar Pertama di KPU Sulsel Sebagai Cagub Cawagub Sulsel 2024

Mantan Kordinator FIK Ornop Sulsel ini menyampaikan lama sebagai aktivis, LSM yang medampingi masyarakat miskin yang tertindas khususnya persoalan hukum. Sementara Danny Pomanto sambungnya, telah memimpin Makassar dua periode. Meningkatkan PAD dari 500 M menjadi hampir Rp 2 Triliun.

“Jadi kita cari pemimpin yang punya pengalaman. Kira-kira mampu meningkatkan pendapatan dan kemudian itu dibelanjakan untuk kepentingan masyarakat. Yang kedua, kita juga butuh pemimpin yang punya visi. Maksudnya
punya visi itu dia mau mengerti masalahnya bukan hanya pembangunan di satu kabupaten, dua kabupaten. Kita butuh pemimpin yang betul-betul menyeluruh,” sambungnya.

BACA JUGA  BK DPRD Sulsel Mulai Selidiki Dugaan Pelanggaran Komisi A dalam Seleksi Komisioner KPID

Lihat Semua

Previous page 1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button