
Tahap pertama program telah meliputi sosialisasi tentang pentingnya konsumsi ikan untuk pertumbuhan anak. Selain itu, sosialisasi kesehatan yang melibatkan ahli gizi dan pemaparan materi Keluarga Berencana (KB) telah dilakukan pada 8 Mei 2024, yang dihadiri sekitar 50 peserta.
“Sekitar 50 peserta dikumpulkan. Nah, nanti rencananya untuk tahap ketiga dilaksanakan di bulan Desember mendatang,” jelasnya.
Program ini tidak hanya sebatas penyaluran bantuan dan sosialisasi, tetapi juga mencakup evaluasi di akhir tahun untuk menilai efektivitas program.
Evaluasi akan mencakup peningkatan berat badan, tinggi badan, dan perkembangan motorik balita yang menjadi penerima manfaat.
“Jadi, dilihat dari tahap pertama pemberian, kedua, dan ketiga, nanti itu di evaluasi. Apakah perkembangan anaknya itu meningkat atau menurun, seperti itu,” tambah Amirullah.
Lebih lanjut, Amirullah menyebutkan bahwa paket olahan ikan yang diberikan kepada balita merupakan produk dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tergabung dalam Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ikan (Poklahsar).
Produk yang disalurkan antara lain amplang, abon, dan teri krispi. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan balita, tetapi juga berdampak positif pada perekonomian UMKM, khususnya Poklahsar binaan Diskan PPU.





