“Kami ingin lebih banyak daerah yang mengimplementasikan program-program unggulan untuk membuka peluang bagi pemuda lokal,” ujarnya.
Hasbar juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran dalam menjalankan program-program pemberdayaan pemuda. Ia menyarankan agar setiap daerah fokus pada program yang berdampak besar, mengingat keterbatasan anggaran yang ada.
“Program harus dirancang dengan cermat agar menghasilkan dampak maksimal. Prioritaskan kualitas, bukan kuantitas,” imbuhnya.
Dengan adanya sinergi yang lebih kuat, Hasbar berharap pemberdayaan pemuda di Kaltim dapat berjalan lebih terstruktur dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan generasi muda di provinsi ini.





