

Selain itu, Kepala Bapenda Provinsi Sulsel, Dr. H. Reza Faisal Saleh, yang mewakili Pj Gubernur Sulsel, menekankan pentingnya program ini untuk mendorong pembangunan desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menanggulangi kemiskinan.
“Hasil survei nasional literasi dan inklusif keuangan tahun 2004 menunjukkan bahwa pemahaman dan penggunaan produk layanan keuangan masyarakat di pedesaan memang relatif masih tertinggal dari wilayah perkotaan untuk itulah mungkin sangat tepat diadakan di Desa Nepo ini untuk mendorong dan menjadikan pionir ke depan percontohan bagi desa-desa lain di selatan” tambahnya.
Pemerintah Desa Nepo juga menyampaikan potensi besar sektor pertanian di wilayah tersebut. Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, A. Syarifuddin, menjelaskan bahwa sumber daya alam di Desa Nepo sangat mendukung pertanian, dengan lebih dari 2000 hektare lahan yang dapat dimanfaatkan.
Ia berharap program ini dapat mengoptimalkan potensi tersebut melalui pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pemasaran hasil pertanian warga.
Selain sektor pertanian, Desa Nepo juga mengembangkan produk-produk unggulan UMKM, seperti madu hutan dengan merek “Madu Bumi”, dan kuliner tradisional khas desa yang semakin populer.





