
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung oleh Presiden ke-8 Indonesia, Prabowo Subianto, kini memasuki pekan kedua pelaksanaannya di Kota Makassar.
Setelah sebelumnya menyasar sekolah-sekolah di tiga kecamatan, yakni Panakkukang, Manggala, dan Mamajang, kini cakupan program diperluas hingga Kecamatan Biringkanaya, menjadikan total 17 sekolah TK, SD, dan SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Makassar sebagai target program.
Plh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Nielma Palamba, memantau langsung pelaksanaan program ini di beberapa sekolah, termasuk SDN Cendrawasih dan SMPN 1 Makassar.
Namun, ia menemukan tantangan terkait kebiasaan makan anak-anak, terutama konsumsi sayur. Masih banyak anak-anak yang menyisakan sayur karena tidak terbiasa mengkonsumsinya.
Nielma Palamba minta para orang tua untuk mulai membiasakan anak-anak mereka makan sayur dengan variasi yang menarik.
“Untuk orang tua, kami minta suruh anaknya biasakan makan sayur dengan variatif, karena ada yang tidak makan sayur,” harap Nielma Palamba, Senin (13/1/2025).
Nielma juga menilai menu yang disediakan dalam program MBG sudah sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Meski begitu, ia mengusulkan agar menu MBG menyesuaikan kearifan lokal Kota Makassar yang dikenal dengan julukan “Kota Makan Enak.” Menu seperti coto Makassar, ikan pallumara, dan pallucella diharapkan bisa menjadi alternatif yang disukai anak-anak.
Selain itu, ia mengajukan saran agar susu menjadi bagian dari paket MBG karena dibeberapa sekolah telah menerima susu dari program MBG ini.
“Kalau susu belum ada tapi semoga ini bisa menjadi masukan, informasinya sudah ada sekolah yang dapat susu dari program MBG ini,” tutup Nielma Palamba.
Program MBG ini diharapkan tidak hanya memberikan nutrisi yang cukup bagi para siswa tetapi juga membantu membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini, seiring upaya memperluas jangkauan program ke lebih banyak sekolah di Makassar.
(*)





