
Di dalam negeri, meskipun sektor otomotif dan properti mengalami penurunan, sektor manufaktur Indonesia menunjukkan ekspansi positif dengan PMI Manufaktur yang naik ke angka 51,9.
Di tengah ketidakpastian tersebut, OJK memastikan stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia tetap terjaga, mendukung perekonomian dari sisi permintaan dan penawaran.
Pelemahan Pasar Modal dan Positifnya Kinerja Pasar Obligasi
Pada akhir Februari 2025, pasar saham domestik tercatat melemah signifikan dengan penurunan sebesar 11,80 persen bulan-ke-bulan (mtd) pada level 6.270,60.
Nilai kapitalisasi pasar juga tercatat menurun menjadi Rp10.879,86 triliun, turun 11,68 persen mtd. Meskipun ada penurunan signifikan pada sektor energi dan infrastruktur, pasar saham Indonesia mengalami peningkatan likuiditas, dengan rata-rata transaksi harian naik menjadi Rp11,60 triliun.
Di sisi lain, pasar obligasi Indonesia menunjukkan tren positif. Indeks pasar obligasi Indonesia (ICBI) menguat 1,14 persen mtd, mencapai 400,21.
Yield Surat Berharga Negara (SBN) rata-rata juga turun 13,61 basis poin. Investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp8,86 triliun di pasar obligasi, sementara pasar obligasi korporasi mengalami penurunan dengan net sell sebesar Rp0,21 triliun.





