
SOLUSIMEDIA.ID, JAKARTA — Fenomena wabah yang populer disebut “super flu” tengah menyita perhatian masyarakat dan dunia medis dalam beberapa pekan terakhir.
Pakar mikrobiologi Indonesia menyampaikan pembahasan rinci mengenai fenomena ini sebagai respons terhadap lonjakan kasus influenza musiman yang dilaporkan di berbagai negara.
Menurut para ahli dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI), istilah super flu bukanlah istilah medis resmi, tetapi istilah populer yang dipakai untuk menggambarkan varian virus influenza yang tampaknya menyebar lebih cepat dibandingkan musim flu biasanya.
Varian yang banyak diperbincangkan adalah influenza A (H3N2) subklade K, yang dilaporkan muncul lebih awal dan intens di sejumlah negara termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan Australia.
Para ahli menegaskan bahwa virus ini sebenarnya bukan virus baru, melainkan salah satu bentuk dari influenza yang terus mengalami mutasi genetik — sebuah karakteristik alami dari virus influenza setiap tahunnya.
Meski demikian, meningkatnya penularan varian ini memicu kekhawatiran karena potensi lonjakan kasus, terutama di kalangan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta.





