
Jalan kaki selama 20 hingga 30 menit dinilai paling aman dan mudah dilakukan oleh berbagai kelompok usia, baik menjelang berbuka puasa maupun setelah salat Tarawih.
Yoga dan peregangan juga menjadi pilihan yang banyak direkomendasikan karena membantu menjaga fleksibilitas otot serta memberikan efek relaksasi.
“Latihan yang bersifat low impact sangat cocok dilakukan saat puasa karena tidak membebani tubuh secara berlebihan,” tambah dr. Ahmad.
Dari sisi keagamaan, olahraga selama Ramadan juga dipandang sebagai bagian dari ikhtiar menjaga amanah tubuh.
Ketua Majelis Ulama Kecamatan setempat, Ustaz Muhammad Arsyad, menilai bahwa menjaga kesehatan sejalan dengan nilai-nilai Islam.
“Dalam Islam, tubuh adalah amanah. Selama tidak berlebihan dan tidak mengganggu ibadah, olahraga justru dianjurkan karena membantu seseorang menjalankan puasa dengan lebih baik,” tuturnya.
Terkait waktu, para ahli merekomendasikan olahraga dilakukan 30–60 menit sebelum berbuka puasa, setelah berbuka dengan jeda yang cukup, atau pada malam hari setelah Tarawih.
Sebaliknya, olahraga berat dengan intensitas tinggi, terutama di siang hari, sebaiknya dihindari karena berisiko menyebabkan dehidrasi dan kelelahan.





