
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Dalam pemaparannya di forum Sulsel Talk, Rabu (4/5/2025), Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengungkapkan bahwa dukungan terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan terus diperkuat, seiring dengan komitmen Otoritas Jasa Keuangan dalam mendorong inklusi dan akses keuangan yang merata.
Hingga Maret 2025, total penyaluran kredit UMKM di Sulsel tercatat mencapai Rp61,6 triliun atau setara 37,9% dari total kredit perbankan di wilayah ini.
Pertumbuhan kredit UMKM sebesar 1,14% (yoy) ini didorong oleh peningkatan pada segmen kredit kecil dan menengah, sementara kredit mikro yang masih mendominasi dari sisi jumlah debitur tumbuh lebih moderat.
Secara keseluruhan, kredit UMKM telah menjangkau lebih dari 915 ribu debitur di seluruh provinsi, mencakup hampir setengah dari jumlah UMKM yang terdaftar.
Di sisi lain, program pengembangan akses keuangan berbasis klaster menunjukkan hasil nyata. Hingga triwulan I-2025, terdapat 1.308 klaster UMKM dengan 19.526 debitur yang menerima pembiayaan senilai total Rp681,93 miliar.
Sektor pertanian, perikanan, dan industri pengolahan menjadi penyerap utama pembiayaan, memperkuat ketahanan ekonomi berbasis lokal.
Salah satu inisiatif unggulan adalah pengembangan komoditas pisang Cavendish dan kakao, yang tidak hanya mendorong produktivitas pertanian tetapi juga menghubungkan petani dengan lembaga jasa keuangan secara langsung.
Melalui pendekatan berbasis kolaborasi lintas sektor, Sulawesi Selatan semakin mendekati cita-cita sistem keuangan yang inklusif dan merata hingga ke desa-desa.
(*)





