
SOLUSIMEDIA.ID, ENREKANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menguatkan komitmennya dalam membangun masyarakat melek keuangan melalui kolaborasi lintas sektor.
Bertempat di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, OJK bersama sektor jasa keuangan dan pemerintah daerah menggelar rangkaian edukasi finansial yang melibatkan pelajar, guru, camat, hingga kepala desa selama dua hari (27-28/5).
Mengusung semangat Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) dan program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) 2025, kegiatan ini bertujuan menanamkan pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan legal dan produktif.
Kegiatan hari pertama difokuskan pada edukasi bagi pelajar SMA Negeri 2 Enrekang dan warga Desa Mandatte sebagai pilot project Ekosistem Keuangan Inklusif. Hari kedua menyasar siswa dan guru SMP Negeri 1 Enrekang serta para camat dan lurah/kepala desa se-Kabupaten Enrekang.

Deputi Direktur OJK Provinsi Sulsel dan Sulbar, Amiruddin Muhidu, menegaskan pentingnya literasi keuangan sejak usia muda. “Langkah sederhana seperti menabung bisa menjadi pondasi kuat dalam membangun keuangan sehat di masa depan,” ujarnya. Ia juga mengingatkan akan risiko layanan keuangan ilegal yang kerap mengintai masyarakat awam.
Apresiasi pun datang dari berbagai pihak, salah satunya Sekretaris Daerah Enrekang, Suparman P, S.H., yang menyatakan, “Kegiatan ini bukan hanya edukasi, tapi investasi masa depan untuk ekonomi daerah. Kami harap pesan keuangan bijak ini sampai ke seluruh lapisan masyarakat.”
Kepala Desa Mandatte, Alimin Darisa, juga menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan OJK menjadikan desanya sebagai lokasi pelaksanaan program EKI. “Ini peluang besar untuk mendorong ekonomi desa lewat literasi dan inklusi keuangan,” ujarnya.
Respons positif turut datang dari kalangan pendidikan. Kepala SMP Negeri 1 Enrekang, M. Syawal Wandi, menyambut baik pelatihan ini sebagai bekal penting generasi muda menghadapi tantangan ekonomi digital.

Hal senada disampaikan Kepala SMA Negeri 2 Enrekang, Sukayono, yang menilai edukasi ini krusial agar siswa tidak terjebak dalam jebakan keuangan digital yang menyesatkan.
Melalui kegiatan ini, OJK berharap terjadi peningkatan pembukaan rekening pelajar serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor produktif di Enrekang.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, edukasi ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya keuangan cerdas, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan mengangkat potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan.
(*)





