
Melinda juga menyoroti pentingnya identitas lokal dalam industri kerajinan. Produk kerajinan harus tidak sekadar bernilai jual, tetapi juga mengangkat budaya dan kearifan lokal Kota Makassar.
“Ini bukan hanya soal produk, tetapi bagaimana kita menjual nilai budaya. Inilah ciri khas kita yang harus diangkat ke permukaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Arlin Ariesta, menyampaikan pentingnya pembinaan yang intensif terhadap pengrajin agar mereka bisa berkembang dan mandiri.
“Banyak pengrajin belum paham akses permodalan. Kalau perlu, kita dampingi mereka langsung ke bank, bahkan menjadi saksi dalam pengajuan kredit. Ini bentuk dukungan nyata pemerintah,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kurasi produk, legalitas, dan sertifikasi. Menurutnya, Dinas Koperasi dan UKM telah memiliki incubator center untuk membantu pengrajin dari proses sertifikasi hingga penetapan harga.
Selain itu, kata Arlin, promosi juga menjadi aspek penting yang harus ditangani secara kolaboratif. “Dekranasda tak bisa kerja sendiri. Kita harus libatkan Dinas Kebudayaan, apalagi mereka sering menjalankan promosi dan pameran,” imbuhnya.





