MakassarNews

RPJMD Munafri-Aliyah: Fokus Inklusivitas, Ekonomi, dan Lingkungan

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mulai memantapkan arah pembangunan lima tahun ke depan melalui penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara langsung memaparkan visi dan misi dalam Rapat Paripurna Keempat Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2024/2025 yang berlangsung di Gedung DPRD Makassar, Rabu (11/6/2025).

Dalam forum tersebut, Munafri menekankan bahwa penyusunan dokumen RPJMD merupakan kewajiban yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dan menjadi dasar arah pembangunan daerah.

Ia menyampaikan bahwa RPJMD tidak hanya memuat program kerja, namun mencerminkan aspirasi masyarakat.

“RPJMD bukan sekadar dokumen administratif, melainkan wujud nyata dari aspirasi dan amanat rakyat yang diterjemahkan dalam program pembangunan yang terencana, terukur, dan terintegrasi,” papar Munafri, dihadapan anggota Dewan yang terhormat.

Dokumen RPJMD Makassar 2025–2029 disusun dengan merujuk pada visi nasional Indonesia Emas 2045, selaras dengan RPJPN dan RPJPD Kota Makassar. Visi yang diusung kali ini adalah Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan.

Munafri menguraikan empat pilar visi tersebut—“Unggul” berkaitan dengan kemajuan SDM dan teknologi, “Inklusif” menyangkut keterlibatan seluruh kelompok masyarakat, “Aman” menggambarkan ketertiban dan kenyamanan kota, serta “Berkelanjutan” berfokus pada pelestarian lingkungan dan respons terhadap perubahan iklim.

BACA JUGA  Pengukuhan Guru Besar Unibos, Munafri: Akademisi Kunci Ketahanan Pangan dan Pertanian di Makassar

Tujuh misi strategis dirancang untuk mewujudkan visi tersebut, antara lain peningkatan daya saing ekonomi, pemerataan infrastruktur, dan penguatan pelayanan publik yang inklusif.

“Tidak ada SKPD yang bekerja sendiri-sendiri. Semuanya harus bergerak dalam satu arah demi mewujudkan Makassar sebagai kota yang maju, adil, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

RPJMD ini juga mengusung 50 program strategis bertajuk MULIA, yang terdiri atas 12 tujuan, 25 sasaran, dan 50 indikator kinerja utama sebagai rujukan semua SKPD.

Munafri menjelaskan bahwa tujuh program prioritas menjadi andalan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Tujuh program prioritas Munafri-Aliyah tersebut antara lain. Pertama, Pembangunan stadion bertaraf internasional sebagai fasilitas olahraga modern.

Kedua, Pembangunan Makassar Kreative Hub, sebagai pusat kreativitas dan pengembangan skill dan keterampilan generasi muda.

Ketiga, Digitalisasi layanan publik melalui Makassar Super App, guna menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, dan transparan.

Keempat, Pemasangan instalasi air bersih gratis, untuk meningkatkan layanan dan cakupan air bersih ke seluruh wilayah Makassar.

Kelima, Penyediaan seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa SD, SMP, dan pendidikan setara lainnya, melalui pemberdayaan UMKM lokal.

BACA JUGA  Buka PKP Angkatan 23, Sekda Zulkifly Dorong ASN Pemkot Makassar Melek Transformasi Digital

Keenam, Gratis iuran sampah bagi masyarakat prasejahtera, sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mewujufkan tata kelola yang inklusif dan keadilan serta mendukung pengurangan beban biaya hidup masyarakat prasejahtera.

Ketujuh, Perluasan jaminan sosial bagi masyarakat Makassar, untuk memastikan terpenuhinya hak dasar warga kota. Khususnya masyarakat rentan (perempuan, anak-anak, disabilitas) di Kota Makassar.

Wali Kota menambahkan bahwa proses penyusunan RPJMD ini dilakukan secara terbuka dan partisipatif, melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk penyesuaian terhadap dinamika global dan tantangan lokal seperti urbanisasi dan perubahan iklim.

“Pembangunan Makassar menghadapi tantangan besar seperti pertumbuhan penduduk yang pesat, urbanisasi, perubahan iklim, dan isu sosial. Karena itu, dibutuhkan solusi inovatif, inklusif, dan kolaboratif,” terang Munafri.

Ia juga menekankan pentingnya peran legislatif dan pemangku kepentingan lainnya dalam memastikan keberhasilan dokumen pembangunan ini.

“Kami ingin RPJMD ini menjadi kompas pembangunan yang konkret dan terukur, sehingga di akhir masa jabatan, masyarakat bisa merasakan perubahan nyata,” tutup Munafri.

(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button