
Selain itu, lanjutnya, TP PKK juga menggandeng Inkubator UMKM Kota Makassar untuk memperluas akses pelaku usaha terhadap program pengembangan yang lebih terstruktur.
“Kalau semua UMKM binaan masuk dalam program inkubator, maka proses legalitas, perizinan, hingga pengembangan produk bisa dilakukan lebih cepat dan terarah. Apalagi ini program milik Pemerintah Kota Makassar sendiri,” lanjutnya.

Ia berharap kehadiran inkubator ini dapat menjadi jembatan bagi para pelaku UMKM dalam mengakses berbagai fasilitas resmi milik pemerintah kota.
Pemateri pertama, Andi Amri dari Koperasi Bhakti Huriah, membawakan materi tentang strategi agar UMKM dapat memenuhi syarat mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan. Ia menyampaikan pentingnya pencatatan keuangan yang rapi, legalitas usaha, serta rencana bisnis yang tertata.
“Sering kali UMKM ditolak oleh bank atau koperasi bukan karena usahanya tidak bagus, tapi karena dokumen dan perencanaan usahanya belum tertata dengan baik,” jelasnya.
Andi juga menambahkan pentingnya membangun kepercayaan lembaga keuangan dengan menunjukkan rekam jejak usaha yang jelas,





