
“Terrmasuk laporan keuangan bulanan dan bukti transaksi yang terdokumentasi. hal ini menjadi syarat utama agar pelaku UMKM dapat dengan mudah mengakses pendanaan,” tambahnya.
Sementara itu, pemateri kedua, General Manager Inkubator UMKM Kota Makassar, Khairul Umam, menjelaskan keunggulan program inkubasi. Ia menyebut, inkubator UMKM tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga akses ke jaringan pasar dan mitra usaha.
“UMKM yang mengikuti program inkubasi akan mendapatkan pendampingan dari hulu ke hilir. Kami bantu dari perencanaan bisnis, legalitas usaha, hingga strategi pemasaran digital,” terangnya.
Khairul menambahkan, pihaknya juga siap memfasilitasi pengurusan berbagai dokumen legalitas penting, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, izin BPOM, PIRT, hingga Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi produk usaha.
“Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendukung usaha, dan TP PKK menjadi sangat penting dalam menciptakan ekosistem UMKM yang berkelanjutan dan kompetitif,” imbuhnya.
Sesi diskusi interaktif menjadi penutup kegiatan hari ketiga Sosialisasi Kampung Mandiri. Para peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan menerima umpan balik langsung dari para narasumber, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas UMKM binaan di Kota Makassar.





