News

Di Panggung WCSMF Vienna, Munafri Arifuddin Perkenalkan Kata Siri’, Tabe’, dan Kita’

Gambaran umum, Munafri mengajak para pemimpin dunia merenungkan tiga kata kunci kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Makassar: siri’, tabe’, dan kita.

Yang pertama, siri’ berarti martabat. Di Makassar, martabat diharapkan dari semua orang—bukan hanya pemimpin. Ketika seseorang melanggar aturan, itu bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi juga mencederai harga dirinya.

“Siri’ adalah pengingat bagi kita semua untuk selalu hidup dengan integritas, bahkan ketika tidak ada yang mengawasi,” sebutnya.

Nilai kedua, lanjut Munafri, adalah tabe’, yang bermakna sopan santun dan izin.

BACA JUGA  Andi Patiware Ucapkan Selamat Hari Jadi Luwu ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80

“Di Makassar, kami tidak memaksakan kebijakan. Kami mulai dengan tabe’. Kami bertanya. Kami mendengarkan. Kami melanjutkan dengan hormat,” tuturnya.

Sementara kata ketiga, kita, bermakna kebersamaan yang inklusif. Ini bukan sekadar kebiasaan bahasa, melainkan cerminan bahwa memimpin bukan hanya untuk rakyat, tapi bersama rakyat.

“Dalam percakapan sehari-hari, masyarakat kami sering mengganti ‘kamu’ dengan ‘kita’. Ini bukan sekadar kebiasaan bahasa, melainkan cerminan bahwa kami memimpin bukan hanya untuk rakyat, tapi bersama rakyat,” ujar Munafri.

BACA JUGA  Gubernur Sulawesi Selatan dan Tiga Bupati Lakukan Kunjungan Kerja ke Singapura untuk Perkuat Kerja sama Internasional

Lihat Semua

Previous page 1 2 3 4 5Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button