
Faridah juga menjelaskan bahwa data yang dikumpulkan akan menjadi rujukan utama dalam berbagai intervensi program pemerintah, termasuk di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial. Untuk itu, penting bagi kader menguasai metode dan standar pendataan.
Dalam kegiatan ini, panitia menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten dari berbagai instansi guna memberikan bekal teknis dan pemahaman strategis tentang pentingnya pendataan keluarga secara terintegrasi.
Andi Taufiq Aris dari Tim Data Statistik tampil sebagai pemateri pertama. Ia membahas peran dasar dasawisma sebagai pilar pemberdayaan masyarakat serta posisinya sebagai tulang punggung penggerak pembangunan di tingkat keluarga dan lingkungan.
Ia juga mengulas struktur kelompok dasawisma, peranannya dalam peningkatan kesehatan masyarakat, manfaat sosial, serta kontribusinya terhadap kesejahteraan warga.
“Dengan ikatan sosial yang kuat, dasawisma menjadi penghubung langsung antara program pemerintah dan kebutuhan warga. Kelompok ini juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan yang berdampak nyata pada kesejahteraan keluarga dan lingkungan,” ujarnya.





