
Melinda Aksa dalam keterangannya menyampaikan kegiatan ini sebagai bentuk sinergitas dalam menjaga lingkungan di Kota Makssar.
“Melalui aksi ini, kami ingin menunjukkan pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari hal-hal sederhana dan dilakukan secara konsisten,” ujar Melinda Aksa di sela kegiatan.
Melinda menjelaskan, lubang biopori tidak hanya membantu mengurangi genangan air, tetapi juga mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos alami yang bermanfaat bagi tanaman.
“Sampah-sampah tersebut akan terurai secara alami di dalam tanah dan menghasilkan kompos yang dapat digunakan kembali untuk menyuburkan tanaman di sekitar taman,” ujarnya.
Sementara itu, Melinda juga menekankan pentingnya fungsi tanaman bougenville dalam mempercantik kawasan publik sekaligus memperkuat fungsi ekologis ruang terbuka hijau.
“Dengan karakteristiknya yang mudah tumbuh dan berbunga lebat. Tanaman ini juga dapat membantu menurunkan suhu udara, mengurangi polusi, serta menciptakan suasana yang asri dan nyaman di kawasan publik,” jelasnya.
Melinda berkomitmen untuk terus melanjutkan aksi hijau ini bersama jajaran pengurusnya dan Dinas Lingkungan Hidup, tidak hanya di Anjungan Losari, tetapi juga di taman-taman kota lainnya.





