
Untuk mewujudkan gagasan tersebut, Munafri mengusulkan kerja sama antara Pemerintah Kota Makassar, dan STIBA (Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab) Wahdah Islamiyah.
Ia menargetkan sejumlah Sekolah Negeri di Manggala untuk manjadi percontohan yang akan mengintegrasikan pembelajaran Bahasa Arab, Al-Qur’an, dan penguatan karakter moral.
“Mari kita mulai dari percontohan di Manggala. Mahasiswa PPL dari STIBA bisa dilibatkan untuk mengajar langsung. Saya ingin sekolah ini jadi model pendidikan yang berbeda, yang bisa menyiapkan generasi berdaya saing global,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Munafri juga mengajak Wahdah Islamiyah untuk terlibat dalam program lingkungan, khususnya urban farming dan pengelolaan sampah terpadu. Ia meminta agar STIBA dijadikan lokasi percontohan yang menerapkan.
“Saya mau di STIBA ada pengelolaan sampah dengan komposter, ecoenzyme, sampai maggot. Hasilnya bisa jadi pupuk untuk urban farming. Siklusnya harus utuh, mulai dari sampah rumah tangga, pertanian lahan sempit, sampai pengumpulan plastik yang bernilai ekonomis,” kata Munafri.
Ketua DPD Wahdah Islamiyah Makassar, Gishar Hamka, menyatakan kesiapannya mendukung penuh gagasan tersebut. Baik soal sekolah terintegrasi Bahasa Arab hingga implementasi urban farming dan pengelolaan sampah di STIBA.





