SOLUSIMEDIA.ID — Bagi sebagian orang, makan malam sering dilakukan di jam-jam terakhir karena kesibukan. Padahal, kebiasaan makan larut malam bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Penelitian dari University of Pennsylvania menunjukkan bahwa makan malam setelah pukul 9 malam meningkatkan kadar gula darah dan kadar lemak tubuh. Hal ini terjadi karena metabolisme tubuh melambat di malam hari. Akibatnya, kalori yang masuk lebih sulit dibakar dan justru disimpan sebagai lemak. Sebaliknya, makan malam lebih awal, sekitar jam 6–7 malam, memungkinkan tubuh mencerna makanan dengan optimal sebelum waktu tidur. Tubuh punya cukup waktu untuk mengubah makanan menjadi energi, bukan menimbunnya. Kebiasaan makan larut juga berisiko memicu refluks asam lambung, terutama jika langsung berbaring setelah makan. Kondisi ini bisa membuat tidur terganggu, dada terasa panas, bahkan meningkatkan risiko penyakit GERD jangka panjang. Ahli gizi merekomendasikan makan malam setidaknya 3 jam sebelum tidur. Pilihlah menu tinggi serat dan rendah lemak, misalnya sayur, buah, dan protein tanpa lemak. Hindari makanan berat seperti gorengan atau karbohidrat sederhana yang bisa memperparah lonjakan gula darah. Mengatur pola makan malam bukan hanya soal menjaga berat badan, tapi juga kesehatan jangka panjang. Dengan disiplin sederhana ini, risiko obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung bisa ditekan. Jadi, mulai sekarang, coba biasakan makan malam lebih awal. Tubuh akan terasa lebih ringan, tidur lebih nyenyak, dan energi lebih stabil keesokan harinya. (*)