
Munafri memulai pesannya bahwa sebagai Wali Kota, Ia hadir lebih dari sekadar memenuhi undangan, melainkan karena dirinya ingin menyaksikan lahirnya calon-calon entrepreneur dari kampus Ciputra.
“Saya mau melihat para calon pengusaha yang muncul dari Universitas Ciputra ini, yang saya berharap mereka inilah nanti yang akan membangun Kota Makassar bersama-sama dengan kita ke depan,” ucapnya disambut tepuk tangan hadirin.
Munafri mengingatkan tantangan besar yang dihadapi Indonesia. Dari total penduduk lebih dari 250 juta jiwa, jumlah entrepreneur belum mencapai 4 persen. Angka ini jauh tertinggal dibanding negara lain, misalnya Singapura yang dengan penduduk hanya 6 juta jiwa, justru memiliki rasio pengusaha sebesar 12 persen.
“Bayangkan putaran ekonomi kita, dengan 250 juta jiwa hanya digerakkan kurang dari 4 persen pengusaha. Tentu akan berjalan lambat. Karena itu, kita butuh lebih banyak entrepreneur muda,” tegasnya.
Pemerintah Kota Makassar, lanjut Munafri, berkomitmen memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal agar semakin kuat dan berdaya saing. Saat ini Pemkot telah menerapkan kebijakan agar 50 persen belanja daerah dialokasikan untuk produk lokal, dan 40 persen dari porsi itu wajib untuk UMKM.





