
Ia menepis anggapan adanya penurunan jabatan. “Tidak ada nonjob, sesuai petunjuk Pak Wali. Kalau pun ada yang bermasalah, tentu akan diperiksa terlebih dahulu. Tapi sejauh ini, Alhamdulillah tidak ada. Tidak ada kata demosi, ini murni rotasi. Semua pejabat tetap dalam posisi pengawas,” tambahnya.
Kamelia menyebut proses pengisian jabatan akan terus berlanjut, termasuk di tingkat kecamatan, kepala bagian, kepala bidang, hingga kepala UPT.
Ia menekankan bahwa setiap proses dilakukan secara transparan dan terukur, dengan mekanisme verifikasi bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebelum diajukan ke BKN.
Selain pengisian jabatan struktural, Pemkot Makassar juga menyiapkan uji kompetensi untuk kepala sekolah dengan target 600 guru calon kepala sekolah guna mengisi 400 formasi.
Evaluasi juga akan dilakukan untuk kepala puskesmas, meski prosesnya bertahap karena merupakan jabatan fungsional.
“Kami targetkan semua posisi strategis segera terisi agar pelayanan publik tetap maksimal,” tutupnya.
Pelantikan turut dihadiri Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, Sekretaris Daerah Andi Zulkifly Nanda, Ketua Ahli Pemkot Hudli Huduri, serta unsur Forkopimda, termasuk Polrestabes Makassar, Dandim 1408/Makassar, dan Kejaksaan Negeri Makassar.





