
Pada kesempatan sama, Dandim 1408/Makassar, Franki Susanto, menekankan pentingnya pemuda menjaga idealisme, nasionalisme, serta semangat bela negara di tengah tantangan global.
Ia menyebut saat ini dunia memasuki era hybrid war atau perang hibrida, di mana ancaman tidak lagi berbentuk konvensional.
“Kalau di istilah militer, perang hibrida ini tidak ada bentuknya. Semua masuk, mau dari handphone, media sosial, agama, suku, ras, ekonomi, sampai sejarah,” jelasnya.
Franki mengingatkan, Indonesia adalah bangsa yang meraih kemerdekaan melalui perjuangan rakyat, bukan pemberian. Karena itu, nasionalisme harus terus dipupuk.
“Berbeda dengan beberapa negara lain. Rakyat kita berjuang dengan darah dan pengorbanan. Itu harus kita jaga. NKRI adalah harga mati,” tegasnya.
Ia menambahkan, TNI berpegang pada konsep perang semesta, di mana rakyat menjadi kekuatan utama menjaga kedaulatan.
“Kalau merujuk sumpah prajurit, kami ini lahir dari rakyat, untuk rakyat, dan akan selalu menjaga rakyat,” ujarnya.
Karena itu, ia berpesan agar generasi muda terus berkarya, membangun, dan tidak mudah terprovokasi oleh hoaks.





