
“Kegiatan ini kami lakukan untuk mengembalikan fungsi saluran agar aliran air kembali lancar dan mencegah genangan yang kerap terjadi saat hujan deras,” ujar Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir, Rabu (8/10/2025) melalui keterangan resminya.
Pengerukan sedimen di lokasi ini menjadi langkah preventif yang krusial. Dengan dibersihkannya endapan lumpur dan sampah, kapasitas saluran air dapat dimaksimalkan, sehingga meminimalkan risiko banjir di kawasan padat penduduk seperti Jalan Beruang dan sekitarnya.
Keberhasilan penanganan aduan ini, mempertegas peran LONTARA+ sebagai platform utama interaksi antara warga dan Pemerintah Kota.
Aplikasi yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ini, telah menjadi jembatan bagi warga untuk secara aktif berpartisipasi dalam pemeliharaan infrastruktur kota.
“Dinas PU Kota Makassar berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan infrastruktur perkotaan dengan merespons cepat setiap laporan yang masuk. Partisipasi aktif warga dalam melaporkan kondisi lingkungan melalui aplikasi digital seperti LONTARA+ adalah faktor penting dalam mewujudkan Makassar yang bersih, aman, dan nyaman untuk semua,” tutur Zuhaelsi.





