
“Implementasi SATUSEHAT bukan hanya sekadar mengikuti regulasi, tetapi merupakan lompatan besar untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Makassar,” ujar Nursaidah.
“Dengan satu data kesehatan yang terintegrasi, tenaga kesehatan dapat mengambil keputusan medis yang lebih cepat dan tepat, serta menghilangkan duplikasi data pasien,” sambungnya.
Fokus Pendampingan: Integrasi Sistem dan SDM
Kegiatan pendampingan yang diselenggarakan ini berfokus pada dua aspek utama:
Pendampingan Teknis: Memastikan seluruh sistem informasi kesehatan di Fasyankes Makassar, khususnya di Puskesmas, dapat terhubung (interoperabilitas) dan mengirimkan data pasien secara akurat dan real-time ke Platform SATUSEHAT.
Penguatan Kapasitas SDM: Memberikan pelatihan intensif kepada tenaga kesehatan dan staf administrasi mengenai penggunaan platform, standardisasi pencatatan rekam medis elektronik (RME), serta tata kelola keamanan data pasien sesuai standar Kemenkes.
Puskesmas Kassi-Kassi yang menjadi tuan rumah acara ini, merupakan salah satu Puskesmas Rawat Inap di wilayah Rappocini, Makassar. Kesiapan fasilitas seperti Puskesmas Kassi-Kassi dalam mengimplementasikan RME SATUSEHAT akan menjadi pilot project dan role model bagi Fasyankes lain di Kota Makassar.





