
Menurut Munafri, tantangan bangsa saat ini semakin besar di era globalisasi, mulai dari disinformasi, degradasi moral hingga upaya disintegrasi.
Karena itu, nilai-nilai pesantren seperti tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), dan i’tidal (adil) sangat relevan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan itu, Appi menyampaikan apresiasi kepada Nahdlatul Ulama Kota Makassar yang selalu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun peradaban umat.
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada keluarga besar Nahdlatul Ulama Kota Makassar atas komitmennya menjaga Islam yang rahmatan lil alamin, memperkokoh persatuan umat, dan aktif dalam pembangunan sosial keumatan,” tukasnya.
Munafri juga menyebut dzikir dan doa untuk Nusantara yang digelar NU Makassar merupakan ikhtiar batin untuk menjaga negeri dari ancaman perpecahan.
Doa adalah senjata paling ampuh seorang mukmin. Zikir adalah sumber kekuatan ruhani yang menenangkan hati dan menentramkan negeri.
“Melalui zikir dan doa ini, mari kita memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia dijaga dari perpecahan, diberikan pemimpin yang amanah, dijauhkan dari bencana dan marabahaya, serta diberkahi dalam setiap langkah pembangunan,” ungkapnya.





