MakassarNews

Hidupkan Ruang Budaya, Disbud Makassar Ubah Museum Jadi Pusat Aktivitas Komunitas dan Edukasi

SOLUSIMEDIA.ID,MAIKASSAR- Setelah sukses dengan program Museum at The Night,  yakni membuka  museum hingga malam hari , Disbud Makassar kembali menggagas program ‘Anjas ri Museum’, yakni kegiatan antar-jemput pelajar untuk belajar langsung di museum.

Program ini untuk ,mendorong sekolah sekolah berkunjung ke museum . Pihak sekolah dapat berkoordinasi dengan Disbud Makassar untuk pengaturan jadwal  kunjungan ke museum.

“Kami akan jemput bola. Program ini kami jalankan bersama Dinas Pendidikan agar siswa bisa mengenal sejarah dan budaya kota mereka secara langsung. Pihak sekolah tinggal berkoordinasi dengan kami untuk menentukan jadwal kunjungan,”

Demikian di sampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware. Saat ini pihaknya tengah menata ulang fungsi museum agar lebih dekat dengan masyarakat.

BACA JUGA  Wali Kota Munafri Ingatkan Kreativitas di Porseni SMPN 6 Makassar

Hal ini mendukung visi dan misi pasangan Munafri Arifuddin–Aliyah Mustika (Mulia) tersebut, Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Makassar menghadirkan berbagai inovasi di sektor kebudayaan. Salah satu langkah nyata adalah menghidupkan kembali Museum Kota Makassar sebagai ruang interaksi dan aktivitas publik, bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah.

Upaya revitalisasi museum ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Makassar untuk menghadirkan ruang budaya yang terbuka dan inklusif bagi semua kalangan — pelajar, komunitas seni, hingga masyarakat umum.

BACA JUGA  Persib Makin Tertekan di Puncak Klasifikasi Super League Usai Menang atas Malut United

Dengan langkah ini, Disbud Makassar berharap museum tidak lagi dianggap tempat yang kaku dan sepi, melainkan ruang belajar yang hidup, inspiratif, dan ramah bagi semua.

“Melalui budaya, kita ingin membangun karakter dan kebanggaan warga Makassar terhadap sejarahnya sendiri,” ungkap Andi Patiware

Sebelumnya program Museum at The Night telah menghadirkan berbagai kegiatan interaktif — mulai dari pertunjukan musik tradisional, pameran seni, hingga ruang diskusi budaya. Suasana museum pun kini jauh lebih hidup, terutama di malam hari saat banyak komunitas dan pelajar datang berkunjung.(*)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button