
Zuhaelsi menyebut 321 Satgas Drainase itu, dibagi dalam tiga kelompok yang masing-masing bertugas di Wilayah Utara, Selatan, dan Timur Kota. Setiap kelompok siaga menangani genangan setelah hujan berhenti, dengan posko utama berada di Kantor PU Makassar.
“Ada posko genangan di kantor, di basecamp. Untuk setelah apabila hujan siang, sorenya atau setelah berhenti hujan, kami keliling untuk melakukan pemantauan genangan,” ujarnya.
Zuhaelsi juga mengungkapkan bahwa satgas saat ini melakukan normalisasi saluran secara rutin. Kegiatan dilakukan secara manual oleh Satgas Drainase dan juga menggunakan alat berat di sejumlah kanal dan saluran sekunder.
“Selain itu, untuk antisipasi genangan yang terjadi di jalan telah dibentuk Posko Anti Genangan yang siap 24 jam melakukan penanganan genangan,” tutur Zuhaelsi.
Ditambahkan Zuhaelsi, genangan yang terjadi selama ini disebabkan drainase yang tersumbat sampah. Pihaknya berharap, warga tidak membuang sampah di saluran drainase.
“Perlu kita ketahui bersama bahwa salah satu hal yang sering menimbulkan terjadinya genangan adalah banyaknya sampah yang dibuang di saluran yang merupakan aliran air,” jelasnya.





