
Tampak hadir pula jajaran Forkopimda Kota Makassar, Ketua TP PKK Kota Makassar, para asisten dan staf ahli, tokoh budaya dan kesenian, perwakilan perguruan tinggi, camat-lurah, serta tamu kehormatan dari Korea.
Seluruh tamu tampil anggun dalam busana adat Bugis-Makassar, menghadirkan nuansa harmoni keberagaman di tengah jantung kota.
Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa Festival Singara’ Bulang, yang berarti “cahaya bulan,” menjadi simbol penting tentang makna budaya bagi kehidupan masyarakat Makassar.
“Cahaya bulan ini mengingatkan kita bahwa budaya Makassar adalah cahaya yang menerangi perjalanan peradaban kita. Sebagaimana bulan memberikan cahaya di malam hari, budaya kita memberikan pencerahan terhadap identitas dan jati diri bagi generasi masa kini dan masa yang akan datang,” kata Munafri.
Ia menjelaskan esensi pagelaran budaya dan pengetahuan tentang kebudayaan merupakan alat perantara antara generasi sekarang dan generasi sebelumnya yang harus dijaga secara bersama.
“Filosofi ini hidup dan menjadi pegangan masyarakat Makassar secara turun-temurun, menjadi fondasi harmoni dalam keberagaman selama 418 tahun,” lanjutnya.





