
Menurutnya, kehadiran para imam rawatib di tengah masyarakat memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter dan kedamaian di lingkungan masyarakat.
Karena itu, Appi berharap kegiatan ini dapat menyatukan visi dan pandangan bahwa imam bukan hanya bertanggung jawab pada pelaksanaan salat lima waktu, tetapi juga pada fungsi sosial masjid dan lingkungan sekitarnya.
“Kami ingin imam-imam ini tidak hanya fokus di wilayah kecilnya saja, tapi juga bertanggung jawab terhadap keseluruhan masjid dan lingkungannya,” harapnya.
“Masjid tidak hanya dipakai untuk salat lima waktu, tetapi harus menjadi tempat menyelesaikan persoalan-persoalan sosial di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Appi menekankan masjid menjadi tempat fokus giat kajian dan terbuka untuk masyarakat. Apalagi kegiatan sosial keagamaan positif yang bisa dilakukan.
“Masjid bisa jadi tempat diskusi, tempat istirahat, tempat belajar, dan tempat masyarakat berinteraksi,” tuturnya.
Lebih jauh, Appi juga menekankan pentingnya sikap ramah dan keteladanan imam. Ia mengingatkan agar para imam menampilkan wajah yang bersahabat kepada jamaah.
“Kadang saya lihat ada imam yang senyum saja susah. Padahal di masjid harus ada hospitality, keramahan. Kalau pengurusnya ramah, jamaah pasti merasa nyaman,” katanya disambut tawa para peserta.





