
Ketua Golkar Makasssr itu juga menyinggung soal kemuliaan posisi imam yang harus dijaga. Ia berharap para imam mampu mempertahankan marwah dan wibawa sebagai tokoh sentral di lingkungan masing-masing.
“Dulu, waktu saya kecil, orang memanggil ‘Puang Imam’. Begitu mulianya posisi ini. Maka jangan kita turunkan martabat itu. Imam harus menjadi cerminan masyarakat di wilayahnya,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Appi juga menekankan agar kegiatan pelatihan ini benar-benar menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya.
” Saya minta kepada Pak Kesra, pembicara yang hadir harus imam-imam yang sudah maksimal dalam memakmurkan masjidnya, bukan yang masih perlu dilatih,” ujarnya.
Selain penguatan kapasitas dan karakter imam, Appi juga menyampaikan kebijakan penting Pemerintah Kota Makassar terkait kesejahteraan imam masjid.
Ia menegaskan bahwa Pemkot akan menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja keagamaan dan pekerja rentan, termasuk imam rawatib, dengan tiga jenis jaminan yang akan dijalankan mulai tahun depan.
“Kami memberikan tiga jaminan: jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan tambahan baru — jaminan hari tua. Ini semua dibiayai dari APBD Pemerintah Kota Makassar,” jelasnya.





