Dari Radio hingga Balai Kota, Kisah Perjalanan Munafri yang Menginspirasi Mahasiswa Hukum

“Sampai sekarang, tidak satu kali pun ijazah saya gunakan untuk melamar kerja. Karena sejak awal saya berpikir ingin mencari sesuatu yang klop dengan apa yang saya inginkan, dan saya tidak mau menjadi pegawai,” jelasnya.
Sejak semester dua kuliah, Munafri sudah menerapkan kemandirian. Ia membiayai sendiri uang kuliahnya, yang saat itu masih Rp90.000 per semester, dengan bekerja sebagai penyiar radio, MC, hingga reporter. Semua itu dilakoni sampai ia menyelesaikan kuliah.
Setelah lulus, ia mengaku tidak pernah menjalani profesi hukum pada jalur utama seperti jaksa, hakim, atau pengacara. Namun, pengalamannya di dunia radio justru membuka jalan bagi peluang baru.
Appi bercerita bagaimana dirinya bersama teman-temannya pada masa itu memikirkan ide membuka franchise radio anak muda di Makassar, sebuah konsep yang saat itu masih sangat jarang.
“Saya datang bawa ide, merealisasikan ide itu, dan akhirnya saya ditempatkan sebagai penanggung jawab tanpa harus memasukkan CV,” tuturnya.
Di usia 22 tahun, ia telah memimpin sebuah stasiun radio anak muda dan berhasil menjadikannya radio dengan jumlah pendengar tertinggi di Makassar.





