
Ia menegaskan bahwa pemilihan bukanlah ruang untuk pertikaian. Bahkan, pemilihan RT dan RW ini bukan tempat untuk saling gotok-gotokan, bukan saling siku-siku.
“Bukan tempat untuk saling menyebarkan fitnah, mencari kesalahan orang lain,” tegasnya.
Menurutnya, ketua RT/RW yang terpilih merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam menyalurkan program-program secara tepat sasaran.
Karena itu, mereka harus berasal dari lingkungan sendiri, dikenal masyarakat, serta memahami kondisi wilayah.
Appi juga mengingatkan pentingnya peran tokoh masyarakat dalam menjaga ketertiban.
Jangan dibuat pemilihan ini menjadi pemilihan yang mencegah. Fungsi tokoh-tokoh masyarakat harus berperan penting. Ia menegaskan bahwa tokoh masyarakat harus menjadi peneduh.
“Tokoh-tokoh masyarakat yang dituakan harus mampu meredam ketika terjadi gejolak di tengah masyarakat. Ini harapan kita,” harapnya.
Menjelang hari pemilihan, Appi mengajak warga memanfaatkan sisa waktu untuk memastikan pilihan terbaik.
“Saya berharap, sisa dua hari ini, pastikan bahwa kita bisa menentukan atau memilih orang-orang terbaik. Orang-orang yang mau sibuk, mau berkontribusi terhadap proses pembangunan di Kota Makassar,” ujarnya.





