
“Saya ingin memastikan bahwa kertas suara yang dikirim ke kecamatan harus ditulis dan dihitung baik-baik. Berapa yang dikirim ke kelurahan, berapa dipakai, berapa sisa. Supaya transparan, tidak ada permainan di kertas suara,” imbuh dia.
Mantan Bos PSM itu menutup dengan pesan bahwa pemilihan ini adalah bagian dari pendidikan demokrasi di tingkat paling kecil.
“Ini adalah bagaimana belajar menjalankan proses demokrasi di wilayah kecil yang ada di Kota Makassar ini,” tukansya.
Pada kesempatan ini, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham mengatakan momentum ini bukan hanya sebagai bentuk pengawasan saja, tetapi juga sebagai wujud kepedulian terhadap keterlibatan warga dalam membangun lingkungan yang lebih baik.
“Pemilihan RT/RW adalah momen ketika suara warga menjadi pusat dari segalanya. Saya selalu percaya bahwa perubahan besar dimulai dari lingkungan kecil, dari orang-orang yang saling mengenal dan saling peduli,” jelasnya.
Melalui dialog dan tatap muka langsung bersama masyarakat serta jajaran kecamatan ujung Tanah ini, Aliyah Mustika Ilham ingin memastikan bahwa proses demokrasi di tingkat akar rumput berlangsung inklusif, nyaman, dan memberi ruang bagi suara warga untuk benar-benar didengar.





